Revolusi Industri Generasi Keempat pada Sektor Pertanian Indonesia

Selain Indonesia, pertanian 4.0 juga sudah dipakai di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Israel, Belanda, China, India, Korea Selatan, dan Taiwan yang pada umumnya inovatif dalam implementasinya. Memulai dengan langkah pasti, Indonesia lewat Kementerian Perindustrian telah mencanangkan program nasional “Making Indonesia 4.0” dengan memprioritaskan lima sektor, yaitu makanan dan minuman, tekstil dan busana, industri kimia, transportasi, dan elektronika.

10 Program Nasional yang Dilakukan untuk Making Indonesia 4.0

Kementerian Perindustrian Indonesia telah menyiapkan 10 langkah yang perlu dilaksanakan untuk menjadikan Indonesia siap memasuki Revolusi Industri 4.0, yaitu:

  1. Perbaikan alur aliran material – Program ini bertujuan untuk memperkuat produksi material sektor hulu karena sekarang 50% dari bahan baku petrokimia masih impor. Perbaikan alur aliran material dilakukan guna membuat iklim industri menjadi lebih kondusif di era industri 4.0.
  2. Mendesain ulang zona industri – Peta jalan yang dibangun pada zona industri nasional dibuat untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi di beberapa zona industri. 
  3. Akomodasi standar sustainability – Program ini berkaitan dengan pemanfaatan peluang daya saing melalui tren sustainability global, contohnya EV, biofuel, dan energi terbarukan.
  4. Pemberdayaan UMKM – Mencakup usaha mikro dengan memberdayakan 3,7 juta UMKM, terutama yang memanfaatkan teknologi. Misalnya, e-commerce UMKM dan pendanaan teknologi.
  5. Membangun infrastruktur digital nasional – Lewat pembangunan jaringan dan platform digital. 
  6. Menarik investasi asing – Investasi asing diperlukan untuk perkembangan industri, caranya dengan memberi penawaran dan insentif menarik kepada perusahaan manufaktur terkemuka global demi mempercepat transfer teknologi. 
  7. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) – Misalnya dengan mendesain kembali kurikulum pendidikan sesuai era industri 4.0 dan program talent mobility untuk profesional.
  8. Perwujudan ekosistem inovasi – Mengembangkan bidang Research & Development & Design (R&D&D) yang dilakukan oleh swasta, pemerintah, universitas, maupun publik.
  9. Menerapkan insentif investasi teknologi – Implementasi sistem tax exemption atau subsidi untuk pemanfaatan teknologi dan dukungan pendanaan. 
  10. Harmonisasi kebijakan dan aturan – Dilakukan dengan mewujudkan harmonisasi serta keselarasan peraturan dan kebijakan lintas kementerian.
Aspek Penggerak Masa Depan Pertanian

Terdapat empat aspek penggerak pertanian, yaitu teknologi, energi dan lingkungan, ekonomi dan politik, serta sosial dan kesehatan. Meskipun pertanian 4.0 berkaitan erat dengan automasi dan konektivitas tingkat tinggi, namun perkembangannya tidak hanya berasal dari teknologi, melainkan juga keadaan lain seperti pergeseran demografi, globalisasi, tren makroekonomi, dan lainnya. Pertanian 4.0 bertujuan mempertahankan, mencapai ketahanan pangan, perbaikan gizi, serta meningkatkan pertanian sehingga perlu dijadikan prioritas.

Implementasi pertanian 4.0 dengan baik sesuai dengan sumber daya dan potensi yang ada akan membawa perubahan signifikan dan positif. Konsistensi Indonesia dalam berupaya menciptakan pasar yang bekerja dengan baik, meningkatkan pendapatan, menciptakan akses yang sama ke teknologi dan lahan, peningkatan investasi, dan hal-hal lain berperan dalam mewujudkan pertanian produktif dan dinamis untuk menciptakan ketahanan pangan.

Dampak RI 4.0 untuk Sektor Pertanian

Tujuan sektor pertanian tidak hanya memaksimalkan produktivitas, namun juga mengoptimalkan seluruh lanskap produksi, termasuk pembangunan pedesaan, lingkungan, keadilan sosial, dan hasil konsumsi makanan. Tujuan yang jauh lebih kompleks ini harus diwujudkan sembari menghadapi berbagai tantangan signifikan untuk mengembangkan kebijakan nasional dan internasional. Meningkatnya arus informasi antara ilmuwan, praktisi pertanian, dan pembuat kebijakan harus terus dilakukan guna mencapai target-target SDG di sektor pertanian.

Sebagai solusi, RI 4.0 diyakini sebagai konsep fundamental yang memainkan peran mendasar dan faktor pendorong untuk mencapai tujuan akhir sektor pertanian. Dengan memanfaatkan berbagai tren teknologi terkini di RI 4.0, pengembangan pedesaan pertanian dan platform inovasi adaptasi atau transformasi sistem digital diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mencapai efisiensi target-target dan peningkatan produktivitas, produksi pertanian, serta keberlanjutannya.

Lewat RI 4.0, sektor pertanian bisa menciptakan literasi baru pada data, teknologi, dan kemanusiaan. Pertanian cerdas dan presisi dikembangkan dalam revolusi industri sehingga menjadi jauh lebih maju daripada sebelumnya.

Pemanfaatan RI 4.0 fokus pada bidang pertanian sebagai peluang bisnis besar yang memanfaatkan teknologi untuk modernisasi proses pertanian. Berperan penting dalam permintaan pasar saat ini, digitalisasi pada sektor swasta dan sektor publik membantu penerapan Pertanian 4.0 di negara berkembang, khususnya Indonesia. 

Source: https://dcs.binus.ac.id/2021/12/15/revolusi-industri-4-0-dan-teknologi-terkini-untuk-mendukung-sistem-produksi-tanaman-dan-pertanian-berkelanjutan/