Tips dan Trik Sukses Lulus Kuliah S3 Tepat Waktu

Dalam perjalanan mencapai gelar doktoral, tidak sedikit juga mahasiswa yang mengalami kesulitan, bahkan gagal. Tujuan kuliah program S3 adalah untuk mendalami proses ilmiah yang benar. Itu sebabnya mahasiswa/i yang lulus S3 harus memiliki framework dan mampu melakukan problem solving yang tepat sasaran.

Dr. Leonardus W. Wasono Mihardjo, ST., M.Eng., CMA adalah seorang alumni Program S3 di BINUS University yang berhasil lulus dalam 3,5 tahun dengan gelar Magna Cum-Laude memberikan tips dan trik untuk bisa lulus kuliah S3 dengan tepat waktu. Penjelasan ini ia paparkan dalam acara inaugurasi online Program S3 Doctor of Research in Management dan Doctor of Computer Science BINUS University pada hari Sabtu (26/9). Berikut ulasan lengkapnya.

Persistence

Salah satu tantangan terbesar dalam berkuliah S3 adalah hilangnya motivasi di tengah perkuliahan. Umumnya masalah ini muncul ketika mahasiswa program S3 sudah memasuki tahap pengajuan proposal disertasi. Mengapa demikian? Ini dikarenakan mahasiswa sudah sepenuhnya “berjalan” sendiri tanpa teman kuliah lainnya.

Ketika mahasiswa sudah melewati tahap kuliah teori, maka sudah menjadi tugas mahasiswa untuk mampu mengaplikasikan teori serta pengetahuan yang didapat ke dalam sebuah disertasi mandiri. Bila diibaratkan sebagai olahraga lari marathon, kuliah S3 ini pun membutuhkan stamina dan strategi yang tepat untuk bisa mencapai garis akhir, bukan hanya sekadar mengandalkan kekuatan dan kecepatan.

Selain motivasi, para mahasiswa juga perlu memiliki manajemen waktu yang baik, terlebih mayoritas mahasiswa S3 merupakan individu profesional yang disibukkan dengan pekerjaan serta perkuliahan. Oleh karena itu, harus ada kemauan untuk menyeimbangkan jadwal sehari-hari agar pekerjaan serta disertasi tuntas ditangani.

Satu tips yang begitu penting untuk dilakukan oleh para mahasiswa adalah kebiasaan membaca minimal 1 jurnal ilmiah setiap harinya. Dalam 1 jurnal ilmiah, terkumpul beberapa artikel ilmiah. Tentu akan memakan waktu lama bila harus membaca setiap halaman. Namun, Pak Leonardus mengungkap trik untuk hanya membaca bagian abstrak, latar belakang penelitian, analisis, dan kesimpulan. Tips ini sangat berguna agar para mahasiswa bisa lebih mudah mengumpulkan landasan teori, bahkan mendapatkan ide topik disertasi.

Perspective

Kesulitan dalam menulis disertasi menjadi batu sandungan utama yang tentunya dialami oleh setiap mahasiswa program S3. Akan tetapi, hal utama yang harus dilakukan adalah menemukan permasalahan di bidang yang Anda geluti. Jangan sampai Anda malah memilih topik disertasi berdasarkan masalah yang kurang Anda pahami atau tidak sesuai dengan bidang yang Anda tekuni. Ini pun menjadi salah satu penyebab mengapa ada mahasiswa program S3 yang gagal lulus.

Kemudian, perspective juga tidak luput dari perlengkapan serta pembekalan yang Anda miliki. Ini meliputi kemampuan IT, statistik, dan bahasa Inggris. Ketika Anda memasuki perkuliahan program S3, Anda berada di tengah circle kaum profesional yang sudah memiliki pengetahuan dan jam terbang yang tinggi. Maka dari itu, solusi yang Anda hadirkan dalam disertasi harus disertai juga dengan hasil analisis yang tidak luput dari IT dan statistik. Bahasa Inggris akan menjadi bahasa pengantar yang sering Anda temui, baik saat mengikuti konferensi internasional atau saat mencari landasan teori.

Terakhir dan sama pentingnya adalah networking. Penting sekali bagi Anda untuk tidak melupakan teman selama mengikuti perkuliahan program S3. Bentuk sinergi dengan teman kuliah Anda, bukan kompetisi sengit. Networking ini berfungsi untuk mempercepat proses pengumpulan data yang dibutuhkan saat menyusun disertasi, seperti misalnya data survei, user group, expert group, atau interview.

Practice

Teknik penulisan juga akan menentukan keberhasilan Anda selama kuliah program S3. Meskipun Anda berhasil merumuskan masalah utama yang menarik dan menemukan solusi terbaik untuk masalah ini, disertasi Anda akan dianggap kurang baik apabila informasi-informasi yang terangkum tidak tertulis dengan tata bahasa yang baik.

Selain itu, Anda juga memerlukan kemampuan administrasi yang mumpuni. Administrasi ini meliputi kemampuan Anda dalam membentuk jadwal interview, berkomunikasi dengan pihak sekretariat, dan lain sebagainya. Kembali lagi, penulisan disertasi ini juga melibatkan orang-orang lain, tidak hanya mahasiswa itu sendiri.

Promotor

Perbedaan mendasar dari disertasi S3 dengan skripsi S1 maupun thesis S2 adalah aspek kemandirian penulis. Bagi mahasiswa program S3, promotor dan co-promotor akan lebih “lepas tangan” dalam tahapan penulisan disertasi. Meski demikian, bukan berarti Anda bisa meninggalkan atau mengacuhkan bantuan dari promotor dan co-promotor. Mereka yang akan menilai apakah isu serta topik yang diangkat ke dalam disertasi ini layak atau cukup.

Tips dan trik yang harus dilakukan para mahasiswa program S3 adalah untuk rajin berkomunikasi dengan promotor dan co-promotor. Apabila ada hambatan selama penulisan, ungkapkan kepada pihak promotor untuk mencari jalan keluarnya. Pihak promotor ini juga akan memberikan sudut pandang luar yang sangat dibutuhkan dalam menulis disertasi yang baik.